Table of Contents
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa perekonomian Indonesia pada kuartal II 2025 tumbuh sebesar 5,12% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Meski demikian, tingkat pertumbuhan ekonomi di setiap provinsi menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan.
Provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi tercatat di Maluku Utara, yang saat ini dipimpin oleh Gubernur Sherly Tjoanda, seorang perempuan. Maluku Utara berhasil mencatat pertumbuhan spektakuler sebesar 32,09% (yoy) pada kuartal II 2025. Lompatan ini terutama ditopang oleh sektor industri pengolahan serta pertambangan dan penggalian, yang menjadi motor penggerak utama perekonomian daerah tersebut.
10 Provinsi dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi Kuartal II 2025
Berdasarkan data BPS, berikut urutan provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi:
- Maluku Utara – 32,09% (yoy)
- Sulawesi Tengah – 7,95%
- Kepulauan Riau – 7,14%
- Bali – 5,95%
- Sulawesi Tenggara – 5,89%
- Sulawesi Utara – 5,64%
- Kalimantan Barat – 5,59%
- Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) – 5,49%
- Nusa Tenggara Timur (NTT) – 5,44%
- Sumatera Selatan – 5,42%
Provinsi-provinsi lain tercatat mengalami pertumbuhan ekonomi di bawah 5% (yoy). Bahkan, terdapat beberapa daerah yang justru mencatat pertumbuhan negatif, yang berarti perekonomiannya melemah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kontribusi Sektor Unggulan
Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang menonjol menunjukkan bagaimana sektor industri pengolahan berbasis sumber daya alam serta pertambangan menjadi faktor dominan. Tren serupa juga terlihat di Sulawesi Tengah dan Kepulauan Riau, di mana kontribusi industri dan perdagangan menjadi pendorong utama pertumbuhan.
Sementara itu, Bali yang menduduki posisi keempat dengan pertumbuhan 5,95% mendapat dorongan dari sektor pariwisata yang terus pulih pascapandemi, didukung dengan peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara.
Ketimpangan Pertumbuhan Antarprovinsi
Data ini menunjukkan adanya ketimpangan dalam laju pertumbuhan ekonomi antarprovinsi. Di satu sisi, daerah dengan basis industri pengolahan dan pertambangan tumbuh pesat, namun di sisi lain terdapat provinsi yang masih mencatat pertumbuhan rendah bahkan negatif.
BPS menekankan bahwa pencapaian pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12% pada kuartal II 2025 menjadi indikator positif, meski tantangan masih ada dalam pemerataan pertumbuhan di seluruh daerah.
Dengan tren ini, pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat memaksimalkan potensi sektor unggulan masing-masing, sekaligus memperkuat strategi diversifikasi ekonomi agar pertumbuhan tidak hanya bertumpu pada komoditas tertentu.


Tinggalkan Balasan